Senin, 06 Juni 2016

BUSINESS PROCESS MANAGEMENT (BPM)




BPM adalah suatu metode penyelarasan secara efisien suatu organisasi dengan keinginan dan kebutuhan organisasi tersebut. BPM merupakan suatu pendekatan manajemen holistic untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi bisnis seiring upaya untuk mencapai inovasi, fleksibilitas dan integrasi dengan teknologi. BPM berupaya untuk melakukan perbaikan proses secara berkelanjutan atau bisa juga disebut sebagai suatu proses 'optimalisasi proses'.
BPM tidak sama dengan alat teknologi atau inisiatif untuk proses bisnis. Ada perbaikan proses bisnis yang signifikan yang dapat dicapai tanpa teknologi. BPM adalah pencapaian tujuan organisasi melalui manajemen, peningkatan dan pengendalian proses bisnis yang penting.  Tujuan dari BPM adalah membuat perusahaan mampu menciptakan perbaikan secara kontinu dalam banyak proses bisnisnya, dan menggunakan proses-proses sebagai bahan dasar dalam membangun sistem informasi perusahaan.

10 fase BPM framework Menurut John Jeston dan Johan Nelis (2006, p53-244) yaitu :
       1.  Organization Strategy
Fase ini meliputi pemastian atas strategi, visi, tujuan strategik, bisnis dan executive driver dengan jelas untuk dimengerti oleh anggota tim proyek. Perlu untuk dimengerti bahwa strategi bukanlah rencana, strategi adalah proses yang penuh arti dalam melibatkan orang dalam maupun orang luar organisasi untuk mendapatkan jalur/jalan yang baru. Strategi harus dikomunikasikan dan dijual ke semua stakeholder yang bersangkutan (terutama manajemen dan staf) sampai strategi tersebut menjadi cukup dalam budaya organisasi. Strategi perlu diketahui dan dimengerti oleh tim proyek, dimana dipastikan bahwa cakupan dan arah proyeknya memberikan nilai.
       2.  Process Architecture
Pada fase ini arsitektur proses dirancang. Arsitektur proses memiliki arti dimana organisasi membangun peraturan, prinsip, panduan dan model untuk mengimplementasikan BPM dalam organisasi. Arsitektur proses menyediakan dasar untuk merancang dan mewujudkan inisiatif proses BPM, dimana teknologi informasi dan arsitektur bisnis dibawa sejajar ke dalam suatu strategi organisasi.
       3.   Launch Pad
Menentukan di mana untuk memulai adalah latihan adalah hal sulit, dan kerangka kerja akan memberikan beberapa cara untuk menentukan di mana dan bagaimana untuk memulai. Proses tujuan dan visi harus selaras dengan strategi organisasi dan arsitektur proses untuk memastikan bahwa mereka akan meningkatkan atau menambah nilai strategi. Setelah unit bisnis dan proses telah dipilih dan tujuan proses disepakati, proyek harus ditetapkan untuk memaksimalkan kemungkinan keberhasilan. Membangun proyek termasuk menentukan struktur tim proyek, ruang lingkup, manajemen stakeholder, penciptaan kasus bisnis awal, dan manfaat bisnis yang diharapkan.
       4.   Understand
Fase ini adalah tentang memahami arus lingkungan proses bisnis untuk memungkinkan fase Innovate untuk mengambil tempat. Adalah penting bahwa metrik dari proses dasar setidaknya dikumpulkan untuk memungkinkan pembentukan biaya proses awal untuk tujuan perbandingan masa depan. Langkah penting lainnya adalah analisis akar penyebab dan identifikasi kemungkinan quick wins. Akan ada kebutuhan untuk mengidentifikasi, dan idealnya menerapkan quick wins sepanjang jalan, karena bisnis tidak akan (dan tidak) menyediakan dana tak terbatas untuk proyek-proyek perbaikan proses. Situasi yang ideal adalah untuk proyek adalah menjadi self-funding karena keuntungan yang dibuat oleh pelaksanaan ini menang cepat.
      5.      Innovate
Ini adalah fase proyek yang kreatif, dan seringkali jadi yang paling menarik. Seharusnya tidak hanya melibatkan tim proyek dan bisnis, tetapi juga pemangku kepentingan yang relevan - baik internal maupun eksternal. Setelah berbagai pilihan proses baru telah diidentifikasi, mungkin ada kebutuhan lain untuk menjalankan simulasi, kelengkapan biaya berdasarkan aktivitas, perencanaan kapasitas perilaku dan penentuan kelayakan implementasi untuk memungkinkan finalisasi opsi yang terbaik. Metrik tambahan harus diselesaikan untuk memungkinkan perbandingan dengan metrik awal selama Understand fase. Mungkin quick wins tambahan akan diidentifikasi dan diprioritaskan dalam bisnis.
      6.      Develop
Fase ini terdiri dari bangunan dari semua komponen untuk pelaksanaan proses baru. Penting untuk memahami bahwa 'membangun', dalam konteks ini, tidak berarti bangunan sebuah IT sistem. Ini bisa melibatkan pembangunan seluruh infrastruktur (desk, PC movements, bangunan, dll) untuk mendukung orang yang mengubah program manajemen dan perubahan dukungan dari orang-orang yang melaksanakan proses. Hal ini juga melibatkan pengujian perangkat lunak dan perangkat keras.


      7.      People
Ini adalah fase kerangka yang kritis dan itu bisa menempatkan seluruh proyek beresiko jika tidak ditangani secara menyeluruh dan standar yang tinggi. Tujuan dari tahap ini adalah untuk memastikan bahwa kegiatan, peran dan pengukuran kinerja sesuai dengan strategi organisasi dan tujuan proses. Pada akhir hari, itu adalah orang-orang yang akan membuat proses berfungsi secara efektif dan efisien, tidak peduli berapa banyak otomatisasi yang terlibat. Fase ini orang - orang tidak boleh bingung dengan perubahan manajemen, karena hal ini membutuhkan perhatian di seluruh proyek di semua tahapan.
      8.     Implement
Fase ini adalah di mana 'rubber hits the road'. Ini adalah di mana semua aspek proyek (roll-out dari proses baru, roll-out dari deskripsi peran baru, manajemen kinerja dan langkah-langkah, dan pelatihan) berlangsung. Rencana pelaksanaan sangat penting, seperti roll-back dan planning.
      9.      Realize Value
Tujuan dari tahap ini adalah untuk memastikan bahwa hasil manfaat yang digariskan dalam kasus bisnis proyek direalisasikan. Fase ini pada dasarnya terdiri dari pengantaran proses manfaat realisasi manajemen, dan manfaat realisasi pelaporan. Meskipun manfaat direalisasikan, organisasi tidak harus menyediakan dana tambahan untuk melanjutkan proyek proses lebih lanjut. Ini adalah peran tim proyek, pemilik proyek, sponsor proyek dan bisnis untuk memastikan bahwa imbalan ini direalisasikan. Meskipun ini digambarkan sebagai fase kesembilan kerangka, itu sebenarnya bukan fase diskrit dalam proses ini karena beberapa langkah dijalankan dalam tahapan sebelumnya.
     10.   Sustainable Performance
Hal ini mutlak penting bahwa tim proyek bekerja membangun struktur proses untuk memastikan bahwa kemudahan proses lanjutan dan perbaikan yang berkelanjutan. Investasi yang cukup besar telah dibuat dalam proses proyek harus dipertahankan dan ditingkatkan dari waktu ke waktu. Organisasi harus memahami bahwa proses memiliki siklus hidup, dan akan memerlukan perbaikan terus-menerus setelah perbaikan yang ditargetkan pada proyek ini telah terealisasi. Jika tidak, maka dari waktu ke waktu dan sebagai bisnis perubahan organisasi hanya akan menjalankan proses yang secara sub-optimal. Fase ini adalah tentang konversi dari 'proyek' ke aktifitas 'bisnis operasional'.



 
Setiap solusi Manajemen Proses Bisnis (BPM) memiliki empat komponen utama :
  • Pemodelan
    Pengguna dapat mendefinisikan dan mendesain struktur dari setiap proses bisnis secara grafis. Manajer Proses dapat mendesain sebuah proses beserta seluruh elemen, aturan, sub-proses, parallel proses, penanganan exception, penangan error, dan workflow dengan mudah tanpa perlu memiliki kemampuan programming khusus dan tanpa membutuhkan bantuan dari staf IT.
  • Pengintegrasian
    BPM dapat menghubungkan setiap elemen dalam proses sehingga elemen-elemen tersebut dapat saling berkolaborasi dan bertukar informasi untuk menyelesaikan tujuannya. Pada level aplikasi, hal ini bisa diartikan sebagai penggunaan Application Programming Interface (API) dan messaging. Bagi pengguna, hal ini berarti tersedianya sebuah workspace pada komputernya ataupun perangkat wireless-nya untuk mengerjakan tugas sesuai dengan perannya pada suatu proses bisnis.
  • Pengawasan
    Pengguna dapat mengawasi dan mengontrol performansi dari proses bisnis yang sedang berjalan dan performansi dari setiap personil yang terlibat dalam proses bisnis tersebut. Pengguna juga dapat memperoleh informasi mengenai proses yang tengah berjalan, maupun yang telah selesai, beserta data-data yang ada di dalamnya.
  • Optimalisasi
    Pengguna dapat menganalisa dan memonitor suatu proses bisnis, melihat ketidakefisienan, dan juga memungkinkan pengguna untuk mengambil tindakan dengan cepat dan merubah proses tersebut untuk meningkatkan efisiensinya.

Kelebihan dari BPM 
Apa sebenarnya yang akan diperoleh perusahaan yang memanfaatkan solusi BPM dalam mengelola dan mengoptimisasi proses bisnis yang dimilikinya? Keuntungan dari pemanfaatan solusi Manajemen Proses Bisnis (BPM) antara lain:
  1. Solusi BPM akan memfasilitasi perusahaan dalam memodelkan proses bisnis yang dimiliki, mengotomatisasi  jalannya proses bisnis tersebut, memonitor jalannya proses, serta memberikan cara yang mudah dan cepat ketika perusahaan akan melakukan perubahaan proses bisnis untuk meningkatkan performansinya.  
  2. Software BPM membantu perusahaan untuk mengotomatisasi tugas-tugas yang selama ini masih dilakukan secara manual. Solusi BPM dapat mengotomatisasi proses persetujuan serta penolakan, notifikasi dan laporan status.  
  3. Dengan BPM, integrasi antar proses bisnis dapat dilakukan dengan mudah dan cepat.  
  4. BPM membantu perusahaan dalam membuat exception handling dan proses alternatif yang sangat dibutuhkan untuk menanggulangi masalah pada bisnis yang bersifat sangat dinamis seperti sekarang ini. 
  5.  BPM dapat meningkatkan daya respon bisnis melalui kemampuan untuk mendapatkan informasi dengan cepat dan real-time.  

Business Process Management (BPM) Lifecycle
1.  Siklus Hidup (lifecycle) Proses Bisnis Sebelum Business Process Management (BPM)
a. Perancangan – dilakukan oleh business analyst
b. Pengembangan – dilakukan oleh software atau aplikasi
c. Penggunaan – dilakukan oleh end user berupa karyawan
d. Monitoring – dilakukan oleh business analyst

2.  Siklus Hidup (lifecycle) Business Process Management (BPM)
a. Fase
–          Process planning and strategy
–          Analyst of business process
–          Design and modelling process business
–          Process implementation
–          Process monitoring and controlling
–          Process refinement
b. Faktor
–          Leadership
–          Culture
–          Value
–          Belief
Siklus hidup merupakan metodologi yang digunakan dalam Business Process Management (BPM) sedangkan tahapan proses di dalam bidang pengetahuan (knowledge area) Business Process Management (BPM) merupakan bagian dari fase kedua dan ketiga dalam siklus hidup, yaitu Analyst of business process dan Design and modelling process business.

3. Tipe-tipe Proses (end-to-end Business Process)
a. Primary Process
Proses yang berhubungan langsung dengan core (produk) perusahaan, seperti memberikan pelayanan kepada customer,
b. Support Process
Mendukung aktifitas-aktifitas pada primary process, seperti sumber daya berupa karyawan
c. Management Process
Melakukan controlling, dashboard, monitoring, dll.

4. Tipe-tipe Aktifitas
a. Value Added
Akitifitas yang berhubungan langsung dengan produk (output).
b. Handoff
Aktifitas memindahkan produk dari satu departemen ke departemen lain
c. Controls & Control Activities
Aktifitas memeriksa kualitas dari suatu produk, apakah produk tersebut layak digunakan atau tidak.

BPM Lifecycle
Praktek manajemen BPM dapat dicirikan sebagai siklus hidup terus menerus (proses) kegiatan BPM terintegrasi. Sementara beberapa variasi siklus hidup BPM diakui ,1 sebagian besar siklus hidup dapat diringkas oleh berulang, bertahap serangkaian kegiatan termasuk :
(1) Perencanaan
(2) Analisis
(3) Desain dan Pemodelan
(4) Pelaksanaan
(5) Monitoring dan Pengendalian
(6) Perbaikan.
Sebagai proses bisnis bergerak melalui siklus hidup, mereka diaktifkan atau dibatasi oleh berbagai faktor termasuk empat faktor utama Kepemimpinan, Nilai, Budaya dan Keyakinan.

Analis
Analisis proses bisnis menggabungkan beberapa metodologi dengan tujuan memahami proses organisasi saat ini dalam konteks tujuan dan sasaran yang diinginkan. Analisis asimilasi informasi dari rencana strategis, model proses, pengukuran kinerja, perubahan lingkungan, dan faktor-faktor lain untuk memahami proses bisnis dalam konteks organisasi secara keseluruhan.
 
Desain
Kegiatan desain proses fokus pada disengaja, desain bijaksana tentang bagaimana end-to-end kerja terjadi dalam rangka untuk memberikan nilai kepada pelanggan. Urutan kegiatan, termasuk desain pekerjaan apa yang dilakukan, pada waktu apa, apa lokasi, aktor apa proses menggunakan apa metodologi didokumentasikan. Desain mendefinisikan apa yang organisasi ingin proses untuk menjadi dan menjawab apa, kapan, di mana, siapa dan bagaimana pertanyaan tentang bagaimana end-to-end pekerjaan dijalankan. Salah satu komponen penting dari desain juga memastikan bahwa kontrol manajemen yang tepat dan metrik berada di tempat untuk kepatuhan dan pengukuran kinerja. Dalam BPM siklus hidup berulang, kegiatan desain awal dapat melihat standardisasi atau mengotomatisasi kegiatan ad hoc saat ini, sementara kegiatan desain yang lebih matang dapat melihat desain ulang atau radikal mengingatkan proses, atau perbaikan tambahan yang dirancang untuk optimasi.

Modeling
Memahami proses biasanya melibatkan proses pemodelan dan penilaian terhadap faktor-faktor lingkungan yang memungkinkan dan membatasi proses. Untuk organisasi yang kurang matang dalam praktek BPM, mungkin pertama kalinya seluruh proses bisnis end-to-end telah didokumentasikan. Organisasi dewasa lebih mungkin lebih fokus pada faktor lingkungan, nuansa, dan pengecualian untuk proses bisnis.

Mengukur Dan Memantau
Pengukuran dan pemantauan proses bisnis yang berkesinambungan memberikan informasi yang diperlukan untuk manajer proses untuk menyesuaikan sumber daya untuk memenuhi tujuan proses. Dalam konteks siklus hidup BPM, pengukuran dan pemantauan juga menyediakan informasi kinerja proses kritis melalui pengukuran kunci yang terkait dengan tujuan dan nilai bagi organisasi. Analisis informasi kinerja proses dapat mengakibatkan peningkatan, mendesain ulang atau rekayasa ulang mengaktivasi.
 
Transformasi
Transformasi proses menerapkan output dari analisis berulang dan siklus desain. Ini membahas tantangan manajemen perubahan organisasi dan ditujukan untuk perbaikan terus-menerus dan optimasi proses. Dalam konteks ini, “proses dioptimalkan” adalah mereka.




 Kesimpulan
Manajemen Proses Bisnis (BPM) adalah solusi yang dibutuhkan oleh perusahaan untuk mengelola proses bisnis yang mereka miliki Dengan BPM perusahaan dapat dengan mudah memodelkan dan mengubah proses bisnis sesuai

kebutuhan agar dapat dioptimisasi, yang pada akhirnya akan mengurangi ongkos produksi, meningkatkan efisiensi karyawan, meningkatkan kepuasan pelanggan, memperbaiki hubungan dengan partner bisnis, dan pada akhirnya adalah meningkatkan keuntungan perusahaan.

Jumat, 25 Maret 2016

Tugas Managemen Layanan Sistem Informasi


Sistem informasi manajemen atau SIM (bahasa Inggris: management information system, MIS) adalah sistem perencanaan bagian dari pengendalian internal suatu bisnis yang meliputi pemanfaatan manusia, dokumen, teknologi, dan prosedur oleh akuntansi manajemen untuk memecahkan masalah bisnis seperti biaya produk, layanan, atau suatu strategi bisnis. Sistem informasi manajemen dibedakan dengan sistem informasi biasa karena SIM digunakan untuk menganalisis sistem informasi lain yang diterapkan pada aktivitas operasional organisasi. Secara akademis, istilah ini umumnya digunakan untuk merujuk pada kelompok metode manajemen informasi yang bertalian dengan otomasi atau dukungan terhadap pengambilan keputusan manusia, misalnya sistem pendukung keputusan, sistem pakar, dan sistem informasi eksekutif.


Cara Kerja Managemen Layanan Sistem Informasi:

  • Perencanaan, formulasi terinci untuk mencapai suatu tujuan akhir tertentu adalah aktivitas manajemen yang disebut perencanaan. Oleh karenanya, perencanaan mensyaratkan penetapan tujuan dan identifikasi metode untuk mencapai tujuan tersebut.
  • Pengendalian, perencanaan hanyalah setengah dari pertempuran. Setelah suatu rencana dibuat, rencana tersebut harus diimplementasikan, dan manajer serta pekerja harus memonitor pelaksanaannya untuk memastikan rencana tersebut berjalan sebagaimana mestinya. Aktivitas manajerial untuk memonitor pelaksanaan rencana dan melakukan tindakan korektif sesuai kebutuhan, disebut kebutuhan.
  • Pengambilan Keputusan, proses pemilihan di antara berbagai alternative disebut dengan proses pengambilan keputusan. Fungsi manajerial ini merupakan jalinan antara perencanaan dan pengendalian. Manajer harus memilih di antara beberapa tujuan dan metode untuk melaksanakan tujuan yang dipilih. Hanya satu dari beberapa rencana yang dapat dipilih. Komentar serupa dapat dibuat berkenaan dengan fungsi pengendalian

contoh framework yang sering digunakan oleh para programmer.
  1. Codeigniter Framework
    Codeigniter atau CI adalah kerangka kerja untuk membuat website seperti Toko Online, Web Aplikasi, Forum dll
  2. 2.Yii Framework
    Yee [i;] adalah salah satu Framework PHP yang opensource/gratis yang ditulis dalam bentuk PHP5 dan dikembangkan untuk aplikasi web. Yii bisa untuk membuat project web yang kecil atau pun besar, Yii juga membantu para programmer dalam membuat web secara efektif dan efisien.
  3. Zend
    Zend Framework adalah Framework php open source untuk mengembangkan aplikasi web dengan menggunakan PHP 5.3+. Zend Framework menggunakan kode berorientasi obyek (Object Oriented) 100% dan menggunakan sebagian besar fitur baru dari PHP 5.3, yaitu namespace, fungsi lambda dan closures.
  4. Laravel
    Laravel adalah framework aplikasi web dengan sintaks yang ekspresif dan elegan.
  5. Symfoni
    Framework Symfony adalah framework opensource, Kelebihan symfony adalah cepat, fleksibelitas tidak terbatas(mudah diadaptasikan), Mudah dikembangkan dan diperluas, serta mudah untuk digunakan.

Six sigma sebagai suatu strategi bisnis
Secara umum ada ada enam komponen utama konsep six sigma sebagai strategi bisnis (Peter S. Pande, 2002: 8), yaitu :
    1. Customer service oriented (mengutamakan pelayanan kepada pelanggan).
      Definisi customer (pelanggan) bukan hanya terbatas pada pembeli saja tetapi juga berarti rekan kerja kita, orang/ pihak yang akan menerima hasil kerja kita, masyarakat umum sebagai pengguna jasa, pemerintah, dll. Six sigma mampu memberikan informasi kepada kita mengenai seberapa bagus produk, service kita dan proses didalamnya serta membantu kita untuk menentukan langkah-langkah demi kepuasan customer secara total.
    2. Manajemen yang bedasarkan data dan fakta.
    3. Fokus pada proses, manajemen dan perbaikan.
      Perlu diketahui bahwa six sigma sangat dipengaruhi dan bergantung pada seberapa jauh kita memahai suatu proses. Dan hal ini belum cukup apabila tidak didukung dengan appresiasi manajemen yang bagus dalam melakukan perbaikan.
    4. Manajemen yang proaktif
    5. Kerjasama tim yang bagus
    6. Selalu mengejar kesempurnaan.
      Sig sixma merupakan suatu tool yang lengkap yang dapat dipergunakan dan diaplikasikan pada bidang design, manufaktur, Sales, Service, dll. Six sigma dapat membantu kita dalam meraih keuntungan pada suatu persaingan. Bila kita dapat memperbaiki sigma level pada proses kita, berarti kualitas produk akan lebih baik dan biaya-biaya yang tidak perlu akan berkurang sehingga kita dapat memenuhi kepuasan customer.

Sabtu, 16 Januari 2016

Tugas Tou-Perubahan dan Pengembangan Organisasi


Perubahan dan Pengembangan Organisasi



KEKUATAN-KEKUATAN PENYEBAB PERUBAHAN

A.    Kekuatan-kekuatan eksternal

Perubahan organisasi terjadi karena adanya perubahan-perubahan dalam berbagai variable eksternal seperti system politik, ekonomi, teknologi, pasar, dan nilai-nilai. Kenaikan biaya dan kelangkaan berbagai SDA, keamanan karyawan dan peraturan-peraturan anti polusi, boikot pelanggan adalah beberapa contoh factor-faktor lingkungan yang merubah kehidupan orang baik sebagai karyawan maupun langgganan dalam tahun-tahun terakhir. Berbagai kekuatan eksternal dari kemajuan teknologi sampai kegiatan-kegiatan persaingan dan perubahan pola kehidupan, dapat menekan organisasi untuk mengubah tujuan, struktur dan metode operasinya.

Kekuatan-kekuatan perubahan eksternal, meliputi :

1.      Kebudayaan
2.      Pendidikan
3.      Sosial
4.      Politik
5.      Ekonomi
6.      Teknologi



B.     Kekuatan-kekuatan internal

Kekuatan-kekuatan pengubah internal merupakan hasil dari factor-faktor seperti tujuan, strategi, kebijaksanaan manajerial dan teknologi baru serta sikap dan perilaku para karyawan. Sikap dan ketidak puasan karyawan seperti ditunjukkan dalam tingkat perputaran atau pemogokan, dapat menyebabkan berbagai perubahan dalam kebijaksanaan dan praktek manajemen.

Kekuatan-kekuatan perubahan internal, meliputi :

1.      Kegiatan-kegiatan karyawan
2.      Tujuan organisasi
3.      Strategi dan kebijaksanaa
4.      Teknologi

        Cara-cara Penanganan Perubahan

Ada dua pendekatan penanganan perubahan organisasi:

1.      Proses perubahan reaktif. Manajemen bereaksi atas tanda-tanda bahwa perubahan dibutuhkan, pelaksanaan modifikasi sedikit demi sedikit untuk menangani masalah tertentu yang timbul. Sebagai contoh, bila peraturan baru dari pemerintah mensyaratkan perusahaan untuk mempunyai perlindungan terhadap kebakaran, maka manajer mungkin akan membeli alat pemadam kebakaran.

2.      Program perubahan yang direncanakan (planned change), disebut sebagai proses proaktif. Manajemen melakukan berbagai investasi waktu dan sumberdaya lainnya yang berarti untuk menguibah cara-cara operasi organisasi. Perubahan yang direncanakan ini didefinisikan sebagai perancangan dan implementasi inovasi struktural, kebijaksanaan atau tujuan baru, atau suatu perubahan dalam filsafat, iklim dan gaya pengoperasian secara sengaja. Pendekatan ini tepat bila keseluruhan organissi, atau sebagian besar satuan organisasi, harus menyiapkan diri untuk atau menyesuaikan dengan perubahan.



Penolakan Terhadap perubahan

Penanganan penolakan terhadap perubahan:

1.      Pendidikan dan Komunikasi.
Biasa digunakan bila ada kekurangan informasi atau ketidakpastian informasi dan analisis.

2.      Partisipasi dan Keterlibatan.
Biasa digunakan bila pengambilan inisiatif tidak mempunyai semua informasiyang dibutuhkan umtuk merancang perubahan dan oranglain mempunyai kekuasaan untuk menolak.

3.      Kemudahan dan Dukungan.
Biasa dilakukan bila orang – orang pendakkan karna masalah – masalh adaptasi atau penyesuaian.

4.      Negosiasi dan Persetujuan.
Biasa digunakan bila banyak dari orang atau kelompok dengan kekuatan cukup besar untuk menolak akan kalah dalm suatu perubahan.

5.      Manipulasi dan Bekerjasama.
Biasa digunakan bila taktik – taktik lain dirasa kurang bekerja maksimal dan di sisi lain biaya atau cost yang dikeluarkan besar .

6.      Paksaan eksplisit dan implisit.
Biasa digunakan bila kecepatan adalah hal yang paling penting dan para pengusul mempunyai kekuasaan yang besar.


Tahap-tahap Proses Perubahan :

1.      Tekanan dan desakan
Proses ini dimulai ketika manajemen puncak mulai merasa adanya kebutuhan atau tekanan akan perubahan. Misalnya adanya perubahan penjualan, penurunan produktivitas dan sebagainya.

2.      Intervensi dan Reorientasi
Digunakan untuk merumuskan masalah dan dimulai proses dengan membuat para anggota organisasi memusatkan perhatiannya pada masalah tersebut. Pihak-pihak luar sering digunakan, juga staff internal yang mempunyai dan dipandang ahli serta dapat dipercaya sebagai konsultan atau pengantar perubahan.

3.      Diagnosa dan pengenalan masalah
Informasi dikumpulkan dan dianalisa mana yang penting dan tidak penting.

4.      Penemuan dan pengenalan masalah
Pengantar perubahan mencoba menyelesaikan masalah-masalah yang diketemukan dan masuk akal dengan menghindari “metode-metode lama yang sama”. Bawahan didorong dan diajak untuk berpartisipasi, sehingga mereka lebih terikat pada serangkaian kegiatan.

5.      Percobaan dan hasil
Pada tahap keempat diuji dalam program-program yang berskala kecil dan hasilnya dianalisa.

6.      Pungutan dan penerimaan
Setelah diuji dan sesuai dengan keinginan, harus diterima secara sukarela dan harus menjadi sumber penguatan dan menimbulkan keterikatan pada perubahan.



Metode-metode penanganan penolakan terhadap perubahan

1.      Pendekatan Pendidikan dan Komunikasi.
Pendekatan ini bisa digunakan bila ada kekurangan informasi atau ketidak tepatan informasi dan analisa.

2.      Pendekatan Partisipasi dan Keterlibatan.
Pendekatan ini bisa digunakan bila pengembangan inisiatif tidak mempunyai semua informasi yang dibutuhkan untuk merancang perubahan dan orang-orang lainnya, mempunyai kekuasaan untuk menolak.

3.      Pendekatan Kemudahan dan Dukungan.Pendekatan ini bisa digunakan bila orang-orang melakukan penolakan karena masalah-masalah penyelesaian.



4.      Pendekatan Negosiasi dan Persetujuan.
Pendekatan ini bisa digunakan bila banyak orang atau kelompok dengan kekuatan cukup besar untuk menolak akan kalah dalam suatu perubahan.

5.      Pendekatan Manipulasi dan Bekerjasama.
Pendekatan ini bisa digunakan bila taktik-taktik lain tidak akan bekerja, atau mahal.

6.      Pendekatan Paksaan Eksplisit dan Implisit.
Pendekatan ini bisa digunakan bila kecepatan adalah esensial dan para pengusul perubahan mempunyai kekuasaan cukup besar.



Konsep pengembangan Organisasi

1.      Pengertian Pengembangan Organisasi (OD)

a.       Strategi untuk merubah nilai-nilai daripada manusia dan juga struktur organisasi sehingga organisasi itu adaptif dengan lingkungannya.

b.      Suatu penyempurnaan yang terencana dalam fungsi menyeluruh (nilai dan struktur) suatu organisasi.


2.      Mengapa Pengembangan Organisasi (OD) Perlu Dilakukan?
Dalam kenyataannya organisasi seringkali terjadi stagnan yang disebabkan keengganan manusia untuk mengikuti perubahan, dimana perubahan dianggap bisa menyebabkan dis equilibrium. Hal ini mengakibatkan patologi dalam organisasi sehingga perlu dilakukan evaluasi, adaptasi, kaderisasi dan inovasi.



Faktor –faktor penyebab dilakukannya pengembangan organisasi adalah :

a.       Kekuatan eksternal

·         Kompetisi yang semakin tajam antar organisasi.

·         Perkembangan IPTEK.

·         Perubahan lingkungan baik lingkungan fisik maupun sosial yang membuat organisasi berfikir bagaimana mendapatkan sumber diluar organisasi untuk masa depan organisasi.

b.      Kekuatan internal Struktur, sistem dan prosedur, perlengkapan dan fasilitas, proses dan sasaran bila tidak cocok akan membuat organisasi melakukan perbaikan. Perubahan organisasi dilakukan untuk mencocokkan dengan kebutuhan yang ada.

Karakteristik Pengembangan Organisasi

a.       Keputusan penuh dengan pertimbangan.
b.      Diterapkan pada semua sub sistem manusia baik individu, kelompok dan organisasi.
c.       Menerima intervensi baik dari luar maupun dalam organisasi
d.      Kolaborasi.
e.       Teori sebagai alat analisis.



Langkah-Langkah Pengembangan Organisasi

a.       Penilaian keadaan.
b.      Pemecahan masalah.
c.       Implementasi.
d.      Evaluasi.


Rabu, 25 November 2015

Tugas Tou 1-Peran Komunikasi dalam Organsasi



PERAN KOMUNIKASI DALAM ORGANISASI





     1.      Pengertian Komunikasi

       Komunikasi berasal dari bahasa latin “communis” atau ‘common” dalam Bahasa Inggris yang berarti sama. Berkomunikasi berarti kita berusaha untuk mencapai kesamaan makna, “commonness”.  Atau dengan ungkapan yang lain, melalui komunikasi kita mencoba berbagi informasi, gagasan atau sikap kita dengan partisipan lainnya.

       Manusia di dalam kehidupannya harus berkomunikasi, artinya memerlukan orang lain dan membutuhkan kelompok atau masyarakat untuk saling berinteraksi. Hal ini merupakan suatu hakekat bahwa sebagian besar pribadi manusia terbentuk dari hasil integrasi sosial dengan sesama dalam kelompok dan masyarakat. Di dalam kelompok/organisasi itu selalu terdapat bentuk kepemimpinan yang merupakan masalah penting untuk kelangsungan hidup kelompok, yang terdiri dari pemimpin dan bawahan/karyawan.

     2.      Pengertian Organisasi

Interaksi dan kerja sama ini akan terus berkembang dengan teratur sehingga membentuk wadah yang disebut dengan organisasi. Interaksi atau hubungan antar individu-individu dan kelompok/tim dalam setiap organisasi akan memunculkan harapan-harapan. Harapan ini kemudian akan menimbulkan peranan-peranan tertentu yang harus diemban oleh masing-masing individu untuk mewujudkan visi, misi, dan tujuan organisasi/kelompok. Sebuah organisasi memang dibentuk sebagai wadah yang didalamnya berkumpul sejumlah orang yang menjalankan serangkaian aktivitas tertentu secara teratur guna tercapainya tujuan yang telah disepakati bersama. Terlebih dalam kehidupan masyarakat modern, manusia merasa bahwa selain mengatur dirinya sendiri, ia juga perlu mengatur lingkungannya, memelihara ketertiban, mengelola dan mengontrolnya lewat serangkaian aktifitas yang kita kenal dengan manajemen dan organisasi. William (1956) menyebutnya dengan istilah “TheOrganisation Man”.

     3.      Peran Komunikasi dalam Organisasi

Komunikasi dalam organisasi adalah komunikasi di suatu organisasi yang dilakukan pimpinan, baik dengan para karyawan maupun dengan khalayak yang ada kaitannya dengan organisasi, dalam rangka pembinaan kerja sama yang serasi untuk mencapai tujuan dan sasaran organisasi (Effendy,1989: 214). Manajemen sering mempunyai masalah tidak efektifnya komunikasi. Padahal komunikasi yang efektif sangat penting bagi para manajer, paling tidak ada dua alasan, pertama, komunikasi adalah proses melalui mana fungsi-fungsi manajemen mulai dari perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengawasan dapat dicapai; kedua, komunikasi adalah kegiatan dimana para manejer mencurahkan sebagian besar proporsi waktu mereka. Proses Komunikasi memungkinkan manejer untuk melaksanakan tugas-tugas mereka. Informasi harus dikomunikasikan kepada stafnya agar mereka mempunyai dasar perencanaan, agar rencana-rencana itu dapat dilaksanakan. Pengorganisasian memerlukan komunikasi dengan bawahan tentang penugasan mereka. Pengarahan mengharuskan manejer untuk berkomunikasi dengan bawahannya agar tujuan kelompo dapat tercapai. Jadi seorang manejer akan dapat melaksanakan fungsi-fungsi manajemen melalui interaksi dan komunikasi dengan pihak lain. Sebahagian besar waktu seorang manejer dihabiskan untuk kegiatan komunikasi, baik tatap muka atau melalui media seperti Telephone, Hand Phone dengan bawahan, staf, langganan dsb. Manejer melakukakan komunikasi tertulis seperti pembuatan memo, surat dan laporan-laporan.

jadi yang dimaksud dengan Komunikasi organisasi adalah pengiriman dan penerimaan berbagai pesan organisasi di dalam kelompok formal maupun informal dari suatu organisasi (Wiryanto, 2005). Komunikasi formal adalah komunikasi yang disetujui oleh organisasi itu sendiri dan sifatnya berorientasi kepentingan organisasi. Isinya berupa cara kerja di dalam organisasi, produktivitas, dan berbagai pekerjaan yang harus dilakukan dalam organisasi. Misalnya: memo, kebijakan, pernyataan, jumpa pers, dan surat-surat resmi. Adapun komunikasi informal adalah komunikasi yang disetujui secara sosial. Orientasinya bukan pada organisasi, tetapi lebih kepada anggotanya secara individual.



Fungsi Komunikasi dalam Organisasi

     Dalam suatu organisasi baik yang berorientasi komersial maupun sosial, komunikasi dalam organisasi atau lembaga tersebut akan melibatkan empat fungsi, yaitu:

     a)      Fungsi informatif

Organisasi dapat dipandang sebagai suatu sistem pemrosesan informasi (information-processing system).  Maksudnya, seluruh anggota dalam suatu organisasi berharap dapat memperoleh informasi yang lebih banyak, lebih baik dan tepat waktu. Informasi yang didapat memungkinkan setiap anggota organisasi dapat melaksanakan pekerjaannya secara lebih pasti informasi pada dasarnya dibutuhkan oleh semua orang yang mempunyai perbedaan kedudukan dalam suatu organisasi.  Orang-orang dalam tataran manajemen membutuhkan informasi untuk membuat suatu kebijakan organisasi ataupun guna mengatasi konflik yang terjadi di dalam organisasi.  Sedangkan karyawan (bawahan) membutuhkan informasi tentang jaminan keamanan, jaminan sosial dan kesehatan, izin cuti dan sebagainya.

     b)      Fungsi Regulatif

Fungsi regulatif ini berkaitan dengan peraturan-peraturan yang berlaku dalam suatu organisasi.  Pada semua lembaga atau organisasi, ada dua hal yang berpengaruh terhadap fungsi regulatif ini, yaitu:

·         Atasan atau orang-orang yang berada dalam tataran manajemen yaitu mereka yang memiliki kewenangan untuk mengendalikan semua informasi yang disampaikan.  Disamping itu mereka juga mempunyai kewenangan untuk memberikan instruksi atau perintah, sehingga dalam struktur organisasi kemungkinan mereka ditempatkan pada lapis atas (position of authority) supaya perintah-perintahnya dilaksanakan sebagaimana semestinya.  Namun demikian, sikap bawahan untuk menjalankan perintah banyak bergantung pada:

     a.       Keabsahan pimpinan dalam penyampaikan perintah.

     b.      Kekuatan pimpinan dalam memberi sanksi.

     c.       Kepercayaan bawahan terhadap atasan sebagai seorang pemimpin sekaligus sebagai pribadi.

     d.      Tingkat kredibilitas pesan yang diterima bawahan.

·         Berkaitan dengan pesan atau message.  Pesan-pesan regulatif pada dasarnya berorientasi pada kerja.  Artinya, bawahan membutuhkan kepastian peraturan-peraturan tentang pekerjaan yang boleh dan tidak boleh untuk dilaksanakan.

     c)      Fungsi Persuasif

Dalam mengatur suatu organisasi, kekuasaan dan kewenangan tidak akan selalu membawa hasil sesuai dengan yang diharapkan.  Adanya kenyataan ini, maka banyak pimpinan yang lebih suka untuk mempersuasi bawahannya daripada memberi perintah.  Sebab pekerjaan yang dilakukan secara sukarela oleh karyawan akan menghasilkan kepedulian yang lebih besar dibanding kalau pimpinan sering memperlihatkan kekuasaan dan kewenangannya.

     d)     Fungsi Integratif

Setiap organisasi berusaha menyediakan saluran yang memungkinkan karyawan dapat dilaksanakan tugas dan pekerjaan dengan baik.  Ada dua saluran komunikasi formal seperti penerbitan khusus dalam organisasi tersebut (newsletter, buletin) dan laporan kemajuan oraganisasi; juga saluran komunikasi informal seperti perbincangan antarpribadi selama masa istirahat kerja, pertandingan olahraga ataupun kegiatan darmawisata.  Pelaksanaan aktivitas ini akan menumbuhkan keinginan untuk berpartisipasi yang lebih besar dalam diri karyawan terhadap organisasi.

Tugas Tou3-Desain dan Struktur Organisasi

Desain dan struktur organisasi


A.    Pengertian Sruktur dan Desain Organisasi
        Struktur organisasi berkaitan dengan hubungan yang relatif tetap diantara berbagai tugas yang ada dalam organisasi. Proses untuk menciptakan struktur dan pengambilan keputusan tentang alternatif struktur disebut desain organisasi. Pembentukan struktur organisasi dihadapka pada dua hal, yaitu diferensiasi atau pembagian tugas diantara anggota organisasi, dan integrasi atau koordinasi dalam pembagian tugas tersebut. Struktur organisasi membahas bagaimana cara organisasi membagi tugas  diantara anggota organisasi dan menghasilkan koordinasi diantara tugas-tugas tersebut. Ada lima keputusan desain yang diperlukan untuk menciptakan struktur organisasi yaitu:

1.      Pembagian tugas (division of labor)
        Berkaitan dengan proses membagi tugas ke dalam suatu unit-unit tugas yang secara  berturut-turut lebih kecil. Manfaat mengorganisasikan tugas adalah kelompok orang yang bekerja sama dalam suatu pembagian kerja mampu menghasilkan lebih dari yang mereka hasilkan sendiri. Hal penting dalam pembagian kerja adalah sejauh mana tugas-tugas harusnya dispesialisasikan. Keputusan tingkat spesialisasi yang tepat adalah keputusan desain yang penting karena akan bedampak pada efektivitas organisasi. Spesialisasi tugas yang tinggi menimbulkan rasa bosan, namun dapat meningkatkan produktivitas, karena:
a)      Melakukan tugas berulang dapat meningkatkan keahlian
b)      Mengurangi kebutuhan pelatihan
c)      Mengurangi waktu terbuang karena alih tugas
d)     Dapat dikembangkan alat otomatis khusus untuk menyelesaikan satu tugas
e)      Pengendalian kualitas lebih baik

2.      Departementasi
        Merupakan proses mengkombinasikan tugas ke dalam kelompok-kelompok atau departemen-departemen. Derajat kesamaan dari tugas yang ada dalam satu departemen adalah hal pokok.   Tugas dapat dikelompokan (dasar-dasar departementasi) dalam beberapa kriteria yaitu:
a)      Departementasi fungsional
        Merupakan metode yang paling efektif. Tugas yang sejenis dan saling  terkait dapat dikelompokkan dalam departemen yang sama.  Kelebihannya adalah meningkatkan keahlian, memungkinkan penggunaan sumber-sumber secara maksimal, mendorong penggunaan keahlian dan peralatan tertentu, komunikasi dan prestasi meningkat. Kelemahannya adalah mengurangi komunikasi dan kerja sama antardepartemen sehingga menimbulkan perspektif sempit.
 b)      Departementasi atas dasar produk
        Terdiri dari kombinasi ke dalam suatu tugas departemen yang meliputi memproduksi produk-produk sejenis. Biasanya terjadi pada perusahaan besar yang sulit untuk mengkoordinasikan beraneka ragam departemen fungsional. Misalnya PT Astra Internasional. Keunggulannya adalah menciptakan koordinasi dan pemusatan usaha memproduksi secara efektif, berorientasi pada konsumen, dan pekerja lebih kohesif. Kelemahannya keahlian dan sumber-sumber tidak dimanfaatkan secara optimal.
c)      Departementasi atas dasar wilayah
      Organisasi menggunakan geografis sebagai dasar departementasi, jika organisasi tersebar di area geografis yang luas untuk unit yang sama. Keunggulannya adalah mengurangi permasalahan yang diakibatkan oleh jarak, seperti kesulitan komunikasi, pengamatan dan keputusan yang mendesak.
d)     Departementasi atas dasar pelanggan
        Mengelompokan tugas dengan mengorganisasikannya sesuai dengan pelanggan yang dilayani. Terutama jika pelanggan memiliki kategori dan kebutuhan dari masing-masing kelompok yang  berbeda secara signifikan.

3.      Rentang kendali
        Berkaitan dengan jumlah bawahan yang dapat dikendalikan dengan efektif oleh seorang atasan. Organisasi dengan rentang kendali luas  memiliki sedikit tingkat hirarki, banyak orang berada dibawah satu penyelia, sehingga terbentuk struktur organisasi datar (flate). Sedang pada rentang kendali sempit, manajer hanya membawahi beberapa bawahan, terbentuk struktur organisasi yang tinggi. Hal tersebut dapat menghalangi komunikasi antar pribadi yang lebih luas dalam organisasi.  Besarnya rentang kendali yang efektif dipengaruhi oleh beberapa faktor:
a)      Sifat tugas: jika rutin dan sederhana maka rentang kendali luas, dan jika kompleks dan sering berubah maka rentang kendali sempit
b)      Kemampuan bawahan: rentang kendali luas jika bawahan memiliki tingkat kemampuan dan profesionalitas tinggi, dan rentang kendali sempit jika ketrampilan bawahan rendah
c)      Kontak dan koordinasi: jika tugas memerlukan kontak dan koordinasi tinggi antara bawahan dan atasan, maka rentang kendali sempit.

4.      Delegasi wewenang
        Berkaitan dengan sejauh mana wewenang pengambilan keputusan tersebar dalam hirarki organisasi, jika tersebar secara luas maka disebut desentralisasi, sedangkan jika hanya ada di tingkat atas maka disebut sentralisasi. Organisasi yang relatif kecil dan karyawan tidak banyak, serta tugas tidak begitu kompleks biasanya menerapka sentralisasi.

5.      Mekanisme koordinasi
        Organisasi harus mengintegrasikan berbagai aktivitas dan orang dalam organisasi. Ada tiga metode yang dapat digunakan untuk melakukan koordinasi:
a)      standardisasi proses kerja: tugas rutin dikoordinasikan dengan prosedur standar operasi
b)      standardisasi hasil: produk harus diproduksi sesuai spesifikasi
c)      standardisasi keahlian: tingkat keahlian tinggi melalui pelatihan

B.     Teori Desain Organisasi
     Menurut Burns dan Stalker ada dua jenis struktur organisasi yang sangat kontras yaitu desain organisasi mekanistik dan desain organisasi mekanik. Lingkungan eksternal berkaitan dengan struktur organisasi. Ketika lingkungan eksternal stabil, internal organisasi dikelola dengan peraturan, prosedur dan hirarki wewenang yang jelas. Semua keputusan manajerial dibuat pada tingkat puncak, dan sentralisasi weenang yang kuat, atau struktur organisasi mekanistik. Namun jika organisasi menghadapi perubahan lingkungan  yang cepat, memiliki struktur organisasi yang berbeda, organisasi bersifat adaptif dan spontan. Aturan umumnya tidak tertulis, hirarki wewenang tidak jelas, dan wewenang pengambilan keputusan tersebar luas, maka disebut struktur organisasi organik. Perbedaan keduanya dapat dilihat pada:
Struktur Organisasi Mekanistik dan Organik
Mekanistik
Organik
1.   Tugas dibagi dalam spesialisasi tinggi
2.   Tugas diterapkan secara jelas dan kaku
3.   Hirarki wewenang dan pengendalian dilakukan secara kaku dengan banyak aturan
4.   Pengendalian tugas sentralistis, tugas diarahkan dari puncak organisasi
5.   Komunikasi bersifat vertikal melalui hirarki formal

Senin, 08 Juni 2015

Review Film Romeo&Rinjani

IBD : Review Film Romeo+Rinjani

 

 

Detail

Judul Romeo + Rinjani (2015)
Tayang Perdana 23 April 2015
Genre Drama
Sutradara Fajar Bustomi
Produser
  1. Chand Perwez Servia
  2. Fiaz Servia
Produksi Starvision
Rating Remaja (R)
Durasi 80 Menit 

  1. Deva Mahendra
  2. Kimberly Rider
  3. Alexa Key
  4. Donna Harun
  5. Fico Fachriza
  6. Gasy Iskak
  7. Novi ‘Cherrybelle’
  8. Ryn ‘Cherrybelle’
  9. Sam Brody
  10. Amel Alvi
  11. Ananda Fturrahman 

    Alur Cerita

    Film ini menceritakan tentang seorang pria bernama Romeo (Deva Mahendra). Romeo merupakan seorang fotografer di suatu majalah outdoor advanture . Romeo orang yang tidak bisa menjalin komitmen akan sebuah pernikahan karena trauma masa lalu yang melihat kehidupan kedua orang tua yang sangat buruk, karena hal ini juga Romeo menjadi seorang “playboy”. Bahkan dia akan meninggalkan pacarnya begitu saja jika sang pacar minta menikah. Sebenarnya Romeo sendiri mengalami trauma pada pernikahan setelah perceraian antara ayahnya (Gary Iskak) dan sang ibu (Dona Harun).
    Suatu hari Raline (Kimberly Rider) yang merupakan kekasih Romeo, mengatakan jika dia tengah hamil. Raline sendiri meminta Romeo untuk bertanggung jawab dengan menikahinya. Romeo sendiri setuju akan permintaan Raline namin dia meminta waktu untuk menyelesaikan kontrak kerjanya yakni mengambil foto-foto di gunung Rinjani. Romeo tidak dapat menolaknya meski masih dihantui akan kehidupan setelah pernikahan. Saat melakukan perjalanan menuju Rinjani, Romeo pun bertemu dengan Sharon (Alexa Key). Seorang perempuan yang juga gemar petualangan dan memiliki banyak kesamaan dengan Romeo. Romeo sendiri langsung merasa jika dirinya cocok dengan Sharon karena memiliki beberapa kesamaan serta prinsip yang sama yakni tidak percaya pada pernikahan serta memiliki jiwa petualang.
    Saat di gunung Rinjani sendiri Romeo sempat menggoda Sharon hingga mengajaknya berenang di Danau, namun sayangnya Romeo jutru dikerjai oleh Sharon. Sharon pun tiba-tiba menghilang serta membawa pakaian dan tas yang dikenakan Romeo. Tak hanya itu saja Sharon juga menjebak Romeo di sebuah perangkat binatang hingga Romeo pun tergantung di sebuah pohon hingga semalaman.
    Setelah itu Raline pun datang menyusul Romeo karena dia mempunyai firasat buruk tentang Romeo dan pesta pernikahan pun telah menunggu Romeo untuk melangsungkan pernikahan dengan Raline. Suatu ketika saat Raline dan Romeo tengah mempersiapkan gedung untuk pernikahannya, Romeo melihat Raline tengah mengobrol berdua dengan Sharon. Dari situlah Romeo tahu jika Sharon adalah teman Raline bahkan Romeo juga mulai mencurigai jika Raline memang memiliki rencana dengan Sharon untuk mengerjainya.

    Komentar

    Komentar orang-orang tentang film ini sebenarnya cukup bagus dikarnakan banyak penonton yang mengemari naik gunung. Ada komentar negative ada juga juga komentar positif. Komentar negative yang diterima karena poster untuk promosi film ini dianggap oleh masyarakat kurang bermoral karena Sharon (Alex Key) didalam poster memakai baju teen top dan jeans pendek yang diaggap masyarakat tidak mendidik. Sedangkan komentar positifnya oleh masyarakat adalah tentang pemandangan Gunung Rinjani yang sangat indah.

    Kesimpulan

    Sebuah film percintaan sekaligus petualangan berjudul Romeo+Rinjani akan segera hadir di layar lebar. Film yang temanya hampir mirip dengan film 5 cm ini akan dirilis perdana pada 23 April 2015. Bagi para petualang khususnya pendaki gunung, film seperti Romeo+Rinjani ini pasti sudah sangat dinanti dan wajib untuk ditonton. .
    Namun tak sedikit juga pendaki yang kontra dengan film berbau pendakian gunung mengingat film sebelumnya yaitu 5cm berdampak buruk bagi Gunung Semeru, lokasi syuting film tersebut. Cerita yang ada dalam film 5cm itu berbeda jauh dengan fakta di lapangan. .
    Banyak sekali pendaki pemula yang hanya ingin menikmati keindahan alam Semeru tanpa mempedulikan lingkungan sehingga Gunung Semeru kini penuh dengan sampah. Di media sosial seperti fac*book dan Twitt*r, banyak komentar miring dari para pendaki gunung yang mengkuatirkan dampak buruk dari film Romeo dan Rinjani ini. .
    Nah, dalam film bertajuk Romeo+Rinjani ini diharapkan agar para penonton film tersebut tidak serta merta tertarik dan melakukan pendakian di Gunung Rinjani tanpa pengetahuan terlebih dahulu. Film Romeo+Rinjani ini dibintangi oleh artis-artis muda Indonesia seperti Deva Mahendra, Kimberly Ryder, dan penyanyi cantik Alexa Key. .
    Film Romeo+Rinjani ini diproduksi oleh Starvision dibawah arahan sutradara Fajar Bustomi yang terkenal dengan film-film bertema percintaan romantis seperti Kukejar Cinta ke Negeri Cina dan Remember When. .
    Namun sampai saat ini, cerita film yang meng-eksplore keindahan alam Gunung Rinjani ini belum diketahui. Proses syutingnya sendiri dilakukan pada akhir tahun 2014 lalu, bahkan para pemain film Romeo dan Rinjani ini rela merayakan hari Natal dan malam Tahun Baru di puncak Gunung Rinjani.

    Daftar Pustaka

    http://sidomi.com/374701/film-romeo-rinjani-dibully-karena-poster-seksi-tapi-tak-masuk-akal/ http://www.antaranews.com/berita/492119/romeorinjani-ingatkan-orang-tua-hindari-konflik http://www.21cineplex.com/romeorinjani-movie,3819,05RRII.htm